Senin, 26 Desember 2016
Minggu, 25 Desember 2016
Kamis, 15 Desember 2016
Minggu, 20 November 2016
Kamis, 17 November 2016
Motivasi Kerja
Artikel Motivasi Kerja
Motivasi Kerja adalah sangat penting bagi Anda baik yang ingin
bertahan di karir tertentu, untuk mengembangkan karir, bahkan untuk
pancapai jenjang karir tertinggi. Tanpa motivasi kerja adalah tidak
mungkin Anda mendapatkan prestasi kerja yang tinggi yang akan berimbas
pada kemajuan karir Anda.
Orang-orang yang sukses dalam karir adalah mereka yang memiliki
motivasi kerja. Jika seseorang yang memiliki keterampilan begitu
memukau, artinya dia memiliki motivasi tinggi untuk menguasai
keterampilan itu. Jika seseorang yang mampu menyelesaikan pekerjaan
dengan baik dan cepat, artinya dia memiliki motivasi kerja yang tinggi.
Termasuk mereka yang selalu disiplin bekerja, karena motivasi kerjanya
yang luar biasa.
Persaingan kerja bukanlah hal yang mudah. Setiap tahun, akan muncul
ribuan tenaga kerja baru yang siap menggantikan posisi Anda. Belum rekan
kerja, para pelamar yang datang dari luar negeri, bahkan keryawan di
perusahaan pesaing pun bisa mengancam karir Anda jika Anda tidak mampu
mempertahankan kinerja yang baik. Jadilah yang terbaik, pertahankan
motivasi kerja Anda.
Faktor Yang mempengaruhi Motivasi Kerja
Tentu saja ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan di sebuah perusahaan.
- Faktor kebijakan perusahaan. Melipui gaji, tunjangan, dan pensiun. Dampaknya terhadap motivasi kerja biasanya hanya sekedar untuk bertahan. Tidak memberikan dampak yang begitu besar dalam peningkatakn kinerja. Jadi, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan masalah gaji, pensiun, dan tunjangan untuk memotivasi karyawan untuk mendapatkan kinerja terbaik. Kecuali, jika perusahaan mampu memberikan gaji selangit, jauh diatas rata-rata gaji, mungkin akan memiliki pengaruh. Saya katakan, mungkin.
- Faktor imbalan atau reward. Jika dikelola dengan baik, sistem imbalan atau reward terhadap karyawan yang berprestasi akan memberikan dampak yang besar untuk peningkatan motivasi.
- Faktor kultur perusahaan. Nah, yang ini, jangan dianggap sepele. Meski terlihat sederhana, tetapi masalah kultur perusahaan bisa memberikan dampak yang besar dalam peningkatan motivasi kerja. Kultur-kultur yang mengedepankan rasa hormat, kebersamaan, kejujuran, dan keakraban akan meningkatkan motivasi kerja cukup signifikan.
- Faktor kondisi mental karyawan itu sendiri. Ini yang terpenting. Jika seorang karyawan yang memiliki mental yang kuat, dia akan tetap memiliki motivasi kerja meski ketiga faktor diatas kurang mendukung. Mereka memiliki pikiran jauh ke depan. Pandangannya tidak sempit hanya saat ini saja. Mereka memiliki jiwa besar untuk tetap memberikan kontribusi sebaik mungkin. Sayangnya, faktor ini kadang terlewatkan baik oleh karyawannya sendiri maupun oleh perusahaan.
Nah, bagi Anda seorang karyawan, apakah Anda sibuk menuntut 3 faktor
pertama tadi atau sibuk mengembangkan diri menjadi seorang karyawan
dengan motivasi kerja tinggi? Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih
baik jika kualitas diri Anda lebih baik. Namun, itu tidak akan tercapai
jika Anda hanya sibuk menuntut. Fokuslah pada diri Anda untuk menjadi
lebih baik dan Anda akan mendapatkan yang lebih baik.
Langkah Mudah Meraih Percaya Diri Yang Dijamin Berhasil
Percaya Diri: Dimiliki Atau Dilakukan?
Percaya diri adalah sebuah kondisi pikiran. Artinya sebuah kondisi.
Bukan sebuah benda sehingga harus dimiliki, bukan juga sebuah rencana
yang harus dilakukan. Yang harus Anda lakukan ialah bagaimana
mengkondisikan pikiran Anda sehingga Anda yakin bahwa Anda memiliki
potensi dan kemampuan untuk melakukan sesuatu.
Menurut Thantaway dalam Kamus istilah Bimbingan dan Konseling (2005:87), percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan.
Untuk itulah mengapa saya memiliki kata “meraih” bukan melakukan atau
memiliki. Kecuali jika Anda menggunakan kata “kepercayaan” maka Anda
boleh menggunakan kata memiliki karena memang sudah dibendakan. Lho, koq
malah membahas bahasa? Ini bukan inti pembahasan kita, hanya saja
menjawab orang yang meributkan apakah percaya diri dimiliki atau
dilakukan. Sekarang sudah jelas.
Mengapa Harus Meraih Percaya Diri?
Ok, saya sudah banyak membahas tentang manfaat percaya diri pada artikel-artikel lainnya. Manfaat percaya diri itu diantaranya:
- Agar Anda mendapatkan Lowongan Kerja Bayaran Tertinggi.
- Sebagai langkah awal Menuju Perubahan Besar.
- Bahkan, ini adalah Rahasia Berubah Secara Instan.
- Sebenarnya, percaya diri adalah Dasar Tindakan Anda.
- Bagaimana Dengan Percaya Diri Menghasilkan Lebih Banyak Uang.
Dan tentu saja, masih banyak manfaat-manfaat lainnya mengapa kita
harus meraih percaya diri. Sangat berguna untuk seluruh aspek kehidupan
Anda, baik bisnis, karir, relasi, maupun dakwah. Tingkat kepercayaan
diri Anda akan tergambar dari tingkat keberhasilan Anda pada
bidang-bidang yang Anda geluti.
Cara Meraih Percaya Diri
Melakukan Sesuatu Secara Bertahap
Banyak strategi dan taktik yang bisa kita gunakan untuk meraih
percaya diri. Diantaranya harus dipraktekan langsung dalam satu sesi
latihan. Namun bagi Anda yang tidak sempat latihan, saya tuliskan disini
salah satu dari strategi meraih rasa percaya diri dengan mudah dan bisa
dilakukan dalam kehidupan Anda sehari-hari.
- Pilihlah satu aktivitas dimana Anda merasa kurang percaya diri melakukannya.
- Tetapkan tolak ukur keberhasilan dari aktivitas tersebut.
- Contohnya berbicara saat rapat, Anda bisa menetapkan berbagai tolak ukur seperti berani berbicara, berbicara tanpa gemetar, birbicara tanpa kelu, berani menatap peserta rapat saat bicara, berani menatap bos Anda, dan sebagainya.
- Tetapkan target Anda. Saat ini Anda takut untuk berbicara, tagetkanlah untuk berani berbicara meskipun hanya beberapa patah kata.
- Setelah satu target terpenuhi, tingkatkan target Anda misalnya berbicara tanpa gemetar (jika masih).
- Terus lakukan sampai Anda bisa mencapai semua keberhasilan yang Anda tetapkan Bersyukur dan buat perayaan, sekecil apapun.
Anda bisa melakukan langkah-langkah yang sama untuk meraih percaya
diri pada bidang lain, misalnya dengan keterampilan tangan. Contohnya
kemampuan Anda membuat hal-hal yang sangat detil. Contoh nyatanya ialah
ada seorang yang tangannya dianggap tidak terampil. Jangan membuat
kerajinan tangan, menancapkan paku ditembok saja tidak bisa. Tetapi
setelah melakukan latihan seperti metode di atas, dia bisa membuat
miniatur kapal laut yang sangat detil. Rasa percaya dirinya sekarang
sudah sangat tinggi. Dia menjadi percaya diri dengan teknik ini.
Inti dari strategi ini ialah peningkatan secara terus-menerus.
Sedikit demi sedikit tetapi jika Anda lakukan secara kontinyu Anda bisa
menjadi seseorang yang mahir dan percaya diri dengan mudah. Anda juga
bisa mahir berbisnis jika Anda mulai sekarang mulai berbisnis mulai dari
kecil terlebih dahulu. Biasakanlah sehingga suatu saat Anda akan mahir
berbisnis.
Memang teknik ini tidak menghasilkan rasa percaya diri
dengan cepat. Tetapi hasil dari strategi ini akan mendalam dan berbekas
yang lama. Dalam pelatihan yang saya selenggarakan, saya selalu
menggabungkan konsep lambat tetapi membekas dengan konsep cepat. Setelah
pelatihan Anda langsung meraih percaya diri dan terus membekas di dalam
diri Anda melalui latihan yang saya uraikan di atas.
Bisakah Percaya Diri Dengan Memperbaiki Penampilan?
Apakah percaya diri itu dengan tampil tanpa jerawat? Kulit putih?
Pakaian dan aksesoris yang keren? Atau dengan memiliki kendaraan yang
mewah?
Jika Anda mengatakan memang bisa percaya diri karena mobil mewah,
maka saya mau bertanya kepada Anda, apakah Anda percaya pada diri
sendiri atau percaya mobil?
Dengan penampilan yang baik, Anda akan berani tampil. Anda tidak
takut mendapatkan celaan atau diremehkan oleh orang lain. Penampilan
mungkin akan membantu Anda tampil percaya diri, namun sebenarnya, letak
percaya diri itu ada di pikiran atau di mental Anda. Jangan terjebak
dengan percaya diri yang semu.
Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan seperti ini,
“Meski pun mobilnya jelek, tetapi orang itu tetap PD menghadapi orang besar.”
Artinya, bukan mobil atau penampilan yang menyebabkan seseorang itu PD, tetapi ada di pikirannya.
Silahkan tampil sebaik mungkin, tetapi jangan lupa untuk meningkatkan
kondisi mental Anda sehingga mampu melakukan hal-hal yang hebat.
Motivasi Diri
Mengapa Motivasi Diri Begitu Penting?
Pentingnya
motivasi diri bisa dipahami dengan sangat sederhana. Bukankah untuk
sukses kita harus bertindak? Ya tentu saja. Tindakan akan ada jika kita
memiliki alasan, pendorong, atau penarik yang cukup. Inilah yang disebut
motivasi. Intinya, dengan motivasi diri yang cukup, Anda akan
bertindak.
Sudah Cukupkah Motivasi Diri Saya?
Saya sudah bertindak, apakah saya sudah cukup memiliki motivasi diri?
Ya, Anda sudah memiliki motivasi diri yang baik. Buktinya Anda sudah
mau bertindak. Tindakan adalah indikator adanya motivasi dalam diri
Anda.
Tapi tunggu dulu. Anda harus bertanya lebih jauh lagi. “Apakah motivasi diri saya cukup untuk mengantarkan saya meraih sukses?”
Analoginya adalah semakin jauh perjanalan yang akan kita tempuh, maka
akan semakin besar energi (bahan bakar) yang diperlukan untuk mencapai
tujuan kita. Begitu juga dengan sukses Anda, seberapa besar sukses Anda
akan menentukan sejauh mana Anda membutuhkan motivasi.
Banyak orang yang memiliki motivasi, kemudian dia bertindak. Namun,
tidak lama kemudian dia berhenti atau menyerah. Jelas disini, motivasi
diri yang dia miliki masih kurang untuk mencapai sukses.
Coba kita lihat dengan contoh kasus.
Kasus 1: Ada orang yang mau mencari nafkah, tapi itu pun kalau
kebetulan ada yang ngajak atau peluang ada di depan mata. Jika tidak
ada, dia santai-santai saja.
Kasus 2: Ada orang yang seharian bekerja. Mulai jam 9 pagi sampai jam
5 sore. Setelah itu dia santai, istirahat, dan nonton TV sampai tidur.
Kasus 3: Ada orang yang kerja seharian. Setelah pulang dia belajar,
memperdalam berbagai bidang berkaitan dengan karirnya. Baik dengan
membeli buku, ebook, video, atau kursus. Atau dia memiliki bisnis
sampingan, baik sebagai sales, distributor MLM, jasa, dan sebagainya.
OK, tentu saja masih banyak kasus yang bisa saya berikan untuk meihat
tingkat motivasi diri seseorang. Ketiga kasus diatas hanya sebuah
gambaran bahwa motivasi diri setiap orang bisa berbeda meski dia sudah
mau bertindak.
Langganan:
Postingan (Atom)












